PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SINTAKSIS ARAB 2 (NAHWU 2) DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BUDAYA LOKAL BERBASIS WISATA NUSANTARA PADA PERGURUAN TINGGI

  • Ch H
  • Susilowati I
N/ACitations
Citations of this article
58Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendidikan karakter mestinya berbasis pada budaya sendiri, yaitu berupa penggalian nilai-nilai luhur yang ada dalam kearifan lokal. Nilai-nilai karakter yang di intenalisasikan melali karakter sebaiknya diambil melalui nilai luhur dan budaya lokal sebagai dasar dan basis pendidikan karakter. Hal ini sejalan dengan rekomendasi UNESCO tahu 2009. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kuantitatif penelti hendak memaparkan hasil penelitian pengembangan bahan ajar Sintaksis Arab 2 (nahwu 2) dengan pendekatan kontekstual budaya local yang bertemakan Wisata Nusantara untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab pada mahasiswa prodi Pendidikan bahasa Arab UNJ. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada pengembangan bahan ajar ini maka terdapat beberapa aspek penilaian dari para penguji ahli dengan penilaian sebagai berikut: penilaian dari ahli materi 82, 8 Ùª, ahli bahasa 85,8 Ùª, ahli media 83,85 Ùª. Dari ketiga ahli tersebut didapatkan nilai rata-rata 84, 15 Ùªyang berarti bahan ajar sintaksis Arab 2 dengan pendekatan kontekstual budaya local yang bertemakan Wisata Nusantara mendapatkan nilai dengan kriteria baik dan layak digunakan dalam pengajaran sistaksis arab 2 di perguruan tinggi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ch, H., & Susilowati, I. (2018). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SINTAKSIS ARAB 2 (NAHWU 2) DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BUDAYA LOKAL BERBASIS WISATA NUSANTARA PADA PERGURUAN TINGGI. Al-Ma’rifah, 15(02), 200–218. https://doi.org/10.21009/almakrifah.15.02.10

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free