Pembentukan Paguyuban Pedagang Mie Lethek Kalurahan Caturharjo Bantul Menuju Kampung Wisata Kuliner

  • Husna C
  • Sifri B
  • Rufaida Z
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mie lethek merupakan kuliner khas dari Bantul dan melekat pada identitas Kelurahan Caturharjo, Bantul. Namun, potensi mie lethek tersebut belum berdampak secara optimal terhadap pendapatan pelaku usaha maupun perekonomian kelurahan secara luas.  Analisis situasi menunjukkan salah satu aspek yang menjadi masalah yaitu kelembagaan, dimana  pedagang  masih berjalan sendiri-sendiri. Belum ada kelompok usaha  mie lethek, sehingga perkembangan belum optimal. Untuk itu tim pengabdian  memberikan solusi dengan melakukan sosialisasi edukasi manfaat paguyuban serta pembentukan paguyuban. Metoda yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berbentuk ceramah dan pembentukan paguyuban. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal  30 Juni 2024 dan 12 Juli 2024. Peserta pengabdian merupakan pelaku usaha mie lethek, pelaku usaha lain yang  mendukung dan didampingi oleh lurah, perangkat kalurahan, dan para kepala padukuhan  Caturharjo. Respon dari mitra menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman. Salah satu indikatornya ditunjukkan dengan dibentuknya Paguyuban Pedagang Mie Lethek dengan nama Paguyuban “ Catur Wastro Boga” yang telah mendapatan  Surat Keputusan dari  Kelurahan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Husna, C. A., Sifri, B., Rufaida, Z., Firdaus, A. K., Nudin, E., Maulana, A. R., … Yuniarti, D. (2024). Pembentukan Paguyuban Pedagang Mie Lethek Kalurahan Caturharjo Bantul Menuju Kampung Wisata Kuliner. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(3), 1851–1858. https://doi.org/10.33379/icom.v4i3.5084

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free