Abstract
Mie lethek merupakan kuliner khas dari Bantul dan melekat pada identitas Kelurahan Caturharjo, Bantul. Namun, potensi mie lethek tersebut belum berdampak secara optimal terhadap pendapatan pelaku usaha maupun perekonomian kelurahan secara luas. Analisis situasi menunjukkan salah satu aspek yang menjadi masalah yaitu kelembagaan, dimana pedagang masih berjalan sendiri-sendiri. Belum ada kelompok usaha mie lethek, sehingga perkembangan belum optimal. Untuk itu tim pengabdian memberikan solusi dengan melakukan sosialisasi edukasi manfaat paguyuban serta pembentukan paguyuban. Metoda yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berbentuk ceramah dan pembentukan paguyuban. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 12 Juli 2024. Peserta pengabdian merupakan pelaku usaha mie lethek, pelaku usaha lain yang mendukung dan didampingi oleh lurah, perangkat kalurahan, dan para kepala padukuhan Caturharjo. Respon dari mitra menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman. Salah satu indikatornya ditunjukkan dengan dibentuknya Paguyuban Pedagang Mie Lethek dengan nama Paguyuban “ Catur Wastro Boga” yang telah mendapatan Surat Keputusan dari Kelurahan.
Cite
CITATION STYLE
Husna, C. A., Sifri, B., Rufaida, Z., Firdaus, A. K., Nudin, E., Maulana, A. R., … Yuniarti, D. (2024). Pembentukan Paguyuban Pedagang Mie Lethek Kalurahan Caturharjo Bantul Menuju Kampung Wisata Kuliner. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(3), 1851–1858. https://doi.org/10.33379/icom.v4i3.5084
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.