Abstract
Pagilaran memiliki kelangkaan air dan masalah listrik. Studi telah dilakukan dan menyimpulkan temuan baru. Pagilaran memiliki potensi topografi sebagai lokasi embung kecil di masa depan dan memiliki sumber daya air untuk sumber daya energi listrik baru. Makalah ini membahas tentang prediksi debit di daerah tangkapan air Pagilaran. Belum ada penelitian yang dapat mengkonfirmasi ketersediaan aliran keluar dari sumber daya air di Pagilaran. Data primer pengambilan sampel debit di Pagilaran belum dapat dilakukan karena sulitnya akses ke lapangan. Makalah ini berfokus pada analisis simulasi curah hujan dengan menggunakan model Mock, model Tank, dan model GR2M untuk memperkirakan debit. Metode menunjukkan pola aliran yang sama setiap tahun. Hasil menunjukkan metode ini tidak memiliki diferensiasi yang sangat besar. Verifikasi model dilakukan menggunakan data lapangan pada tahun 2017 dan menghasilkan SSE sebesar 5,89%; 5,76%; dan 6,40% untuk ketiga metode secara berturut-turut. Dalam penelitian ini, Model Tank merupakan alternatif terbaik dalam prediksi debit.
Cite
CITATION STYLE
Prastica, R. M. S., & Pratiwi, D. W. (2021). Estimasi hujan-debit menggunaan model Mock, GR2M, dan Tank di Kawasan Pagilaran sebagai Dasar Perencanaan PLTMH. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 19(1), 81. https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i1.6422
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.