Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal

  • Agus Salim
  • Wedra Aprison
N/ACitations
Citations of this article
959Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Penulisan  pada  artikel  ini  menggunakan  metode kajian  pustaka  atau  studi  pustaka  literatur,  yaitu  menggabungkan  beberapa  kutipan  dari  karya  ilmiah  yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tujuan pendidikan multikultural adalah: a) Pengembangan literasi etnis dan budaya pendidikan, b) Perkembangan pribadi dasar psikhologis pendidikan, c) Klarifikasi nilai dan sikap pendidikan, d) Kompetensi multikultural pendidikan, e) Kemampuan ketrampilan dasar. Pendidikan multikultural kearifan lokal Minangkabau dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain: a) Pendekatan pendidikan formal, yaitu melalui mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) di sekolah, b) Pendekatan pendidikan nonformal, yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti seni budaya, olahraga, dan kepramukaan, c) Pendekatan pendidikan informal, yaitu melalui keluarga dan lingkungan masyarakat. .Penerapan pendidikan multikultural kearifan lokal Minangkabau di sekolah yaitu: a) Guru dapat mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau, b) Guru dapat mengajak peserta didik untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memupuk rasa toleransi dan inklusif, dan c) Sekolah dapat mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mempromosikan keberagaman budaya dan agama.

Cite

CITATION STYLE

APA

Agus Salim, & Wedra Aprison. (2024). Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 3(1), 22–30. https://doi.org/10.31004/jpion.v3i1.213

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free