Abstract
The recent increase in cases of bullying and violence committed by elementary school students is very concerning. Cases of bullying and violence against students also occurred at SDN Kejambon 2, Ngemplak. To overcome this problem, education was carried out to prevent bullying and violence through a behavioristic approach. The aim is to provide education and assistance to students in grades 4, 5 and 6 so that they better understand bullying and violence, recognize types of bullying, provide an understanding of the impacts of bullying, and provide an understanding of things that can be done to avoid bullying behavior. The method used is through a campaign in the form of training related to the ins and outs of bullying and violence by starting with a pre-test to determine students' knowledge, then continuing with training while inviting students to do a sharing session, ending with a post-test so that after the training students can have awareness and mindset that bullying behavior should not be done. The results of the paired sample correlation test showed a correlation coefficient value of 0.609 with a significance value (Sig.) of <0.001. While the Paired Samples Test showed a Sig. (2-tailed) value of <0.001, with an average pre-test value of 60.00 and a post-test result value of 82.39. These results mean that there is an influence of education in increasing the prevention of bullying and violent behavior in students of Kejambon 2 Elementary School. The recommendation for Kejambon 2 Elementary School is to immediately form a task force, have counselors and build synergy with student guardians in order to optimize the handling of bullying in the Kejambon 2 Elementary School environment.Maraknya kasus perundungan dan kekerasan yang dilakukan oleh siswa sekolah dasar akhir-akhir ini sangatlah memprihatinkan. Kasus perundungan dan kekerasan siswa tersebut juga terjadi di SDN Kejambon 2, Ngemplak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilaksanakan edukasi pencegahan perilaku perundungan dan kekerasan melalui pendekatan behavioristik. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada para siswa kelas 4, 5 dan 6 agar lebih memahami mengenai perundungan dan kekersan, mengenali jenis-jenis perundungan (bullying), memberikan pemahaman mengenai dampak dari perundungan, serta memberikan pemahaman mengenai hal-hal yangdapat dilakukan untuk mengindari perilaku perundungan. Metode yang digunakan adalah melalui kampanye berupa pelatihan terkait seluk beluk perundungan (bullying) dan kekerasan dengan diawali pemberian pre-test untuk mengetahui pengetahuan siswa, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan sekaligus mengajak siswa melakukan sharing session, diakhiri dengan pemberian post-test sehingga setelah pelatihan siswa dapat memiliki kesadaran dan mindset bahwa perilaku perundungan tidak selayaknya dilakukan. Hasil uji paired sample correlation menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,609 dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar < 0,001. Sementara uji Paired Samples Test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar < 0,001, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 60,00 dan nilai hasil post-test sebesar 82,39. Hasil tesebut berarti bawha adanya pengaruh edukasi dalam meningkatkan pencegahan perilaku perundungan dan kekerasan pada siswa SD Negeri Kejambon 2. Adapun rekomendasi untuk SDN Kejambon 2 adalah agar segera membentuk satgas, memiliki konselor dan membangun sinergi dengan wali siswa agar dapat mengoptimalkan penanganan perundungan di lingkungan SDN Kejambon 2.
Cite
CITATION STYLE
Devi Wening Astari, Sekarningrum, A. A., & Lokita, R. A. M. (2024). EDUKASI PENINGKATAN PENCEGAHAN PERILAKU PERUNDUNGAN DAN KEKERASAN SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORISTIK. Jurnal Abdi Insani, 11(3), 1224–1232. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i3.1921
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.