DINAMIKA PSIKOLOGIS REMAJA AWAL KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA YANG MELAKUKAN KENAKALAN REMAJA DI MINAHASA UTARA

  • Ukoli J
  • Mandang J
  • Kaumbur G
N/ACitations
Citations of this article
55Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perceraian orang tua bisa menjadi pengalaman yang sangat buruk bagi remaja. Kehilangan citra orang tua akan mengganggu tumbuh kembang anak, karena anak akan merasa kehilangan peran orang tua dan anak akan merasakan lingkungan keluarga yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dinamika psikologis remaja yang melakukan tindak kriminal akibat perceraian orang tuanya. Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara semi terstruktur dan observasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Subjek mengenal diri mereka lebih baik. Metode ini memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mengolah data. Subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang orang tuanya bercerai dan tidak tinggal serumah. Penelitian ini menemukan bahwa terjadinya kenakalan remaja didasarkan pada kebutuhan subjek untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan memperoleh perawatan lingkungan, karena kehilangan peran kedua orang tua merupakan dasar dari perilaku negatif subjek.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ukoli, J. M. J., Mandang, J. H., & Kaumbur, G. E. (2022). DINAMIKA PSIKOLOGIS REMAJA AWAL KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA YANG MELAKUKAN KENAKALAN REMAJA DI MINAHASA UTARA. PSIKOPEDIA, 1(1). https://doi.org/10.53682/pj.v1i1.1751

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free