Abstract
Mayoritas Muslim ini dimanfaatkan para produsen. Para produsen sadar bahwa konsumen muslim merupakan sasaran empuk bagi pemasaran produk mereka. Salah satu strategi yang mereka terapkan adalah Islamic Branding yaitu menggunakan identitas Islam (dengan kata Islam, Syariah, nama-nama Islam, label halal) dalam pemasaran produk mereka. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis Korelasi. Penelitian ini sering disebut dengan penelitian sebab akibat, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat. Penelitian ini dibangun dengan teori yang sudah matang, yang berfungsi untuk mengatahui, meramalkan dan mengontrol suatu fenomena. nilai siginifikansi Islamic Branding (X1) sebesar 0,667 > 0.005, sehingga dapat diartikan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel Islamic Branding (X1) terhadap variabel dependen Keputusan Pembelian (Y). Nilai siginifikansi Religiusitas (X2) sebesar 0,150 > 0.005, sehingga dapat diartikan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel Religiusitas (X2) terhadap variabel dependen Keputusan Pembelian (Y).Nilai signifikansi sebesar 0,240 > 0.05, atau F Hitung 1,483 < 3,24 maka tidak terdapat pengaruh variable Islamic Branding (X1) dan Variabel Religiusitas (X2) secara simultan terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y).
Cite
CITATION STYLE
Ilham, M., & Firdaus, F. (2020). ISLAMIC BRANDING DAN RELIGIUSITAS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN OLEH KONSUMEN PADA SWALAYAN AL-BAIK KOTA TANJUNGPINANG. PERADA, 3(1), 29–48. https://doi.org/10.35961/perada.v3i1.56
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.