Abstract
Indonesian Prospek cengkeh agaknya semakin tidak menentu sebagai akibat menurunnya harga cengkeh yang berkepanjangan serta tata niaga yang kurang sehat dalam mempertahankan harga dasar. Untuk memacu produktivitas cengkeh, salahsatu kebijakan yang cukup penting adalah masalah harga saprodi maupun harga cengkeh. Hal ini dapat ditempuh dengan menaikkan dana penyangga pemerintah dari Rp 62 milyar menjadi Rp 614 milyar serta menyempurnakan Keppres 8/80 tentang tataniaga cengkeh. Besarnya dana penyangga ini didasarkan pada hasil produksi serta harga per kg yang layak diterima petani. Untuk mengimbangi konsumen yang semakin monopsoni sebaiknya petani membentuk asosiasi agar posisi penawarannya menjadi lebih kuat atau membentuk badan penyangga cengkeh.
Cite
CITATION STYLE
Sayaka, B., & Rachman, B. (2016). Prospek konsumsi cengkeh di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 8(1–2), 35. https://doi.org/10.21082/fae.v8n1-2.1990.35-43
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.