Abstract
Jambu air termasuk suku jambu-jambuan atau myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Menurut Prihatman, jambu air banyak sekali jenisnya. Jenis jambu air yang banyak ditanam yaitu syzgium aquaeum (jambu air kecil/citra) dan syzgium samarangense (jambu air besar). Penelitian ini menyajikan klasifikasi jambu air berulat dan tidak berulat. Jambu air diambil data citranya menggunakan kamera smartphone. Setelah itu data diubah ukuran pikselnya menjadi 64x64 piksel, tujuannya adalah agar data citra dapat diproses dengan lebih cepat pada saat pelatihan. Data yang digunakan sebanyak 130 data citra yaitu 65 data jambu air berulat dan 65 data jambu air tidak berulat. Dalam melakukan klasifikasi jambu air berulat dan tidak berulat digunakan convolutional neural network dengan rincian masukan, 1 lapisan konvolusi (dengan ukuran filter 8), 1 lapisan subsampling, dan 1 lapisan tersembunyi, 1 lapisan klasifikasi, dan keluaran. Berdasarkan hasil pelatihan, parameter terbaik yang digunakan yaitu epoch sebesar 900 dan laju pelatihan 0.0001. Hasil pengujian dalam penelitian dengan menggunakan metode convolutional neural network mendapatkan tingkat akurasi sebesar 88,3%.
Cite
CITATION STYLE
Pambudi, R. S., & Akbar, M. (2023). Klasifikasi Jambu Air Berulat menggunakan Convolutional Neural Network. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 136–139. https://doi.org/10.24002/senapas.v1i1.7354
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.