Eksistensi Balla Lompoa Karaeng Marusu Sebagai Warisan Arsitektur Bugis Makassar di Kabupaten Maros

  • Asmuliany A
  • Amalia A
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Rumah tradisional Maros merupakan istana Kerajaan Marusu sekaligus kediaman Karaeng Marusu beserta keluarganya merupakan bagian dari sejarah terbentuknya Kabupaten Maros. Rumah adat Balla Lompoa hingga saat ini masih mempertahankan eksistensinya sebagai warisan arsitektur Bugis Makassar dari Kerajaan Marusu yang telah berusia ratusan tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengamatan dan survey lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi bangunan menghadap ke utara dengan pola ruang memanjang ke arah selatan yang terbagi menjadi tiga bagian secara spasial horizontal yaitu Bangunan Inti, Baruga, dan bangunan penunjang. Tipologi bentuk rumah kembar (Bola Kambarae) menyimbolkan kekuasaan lebih dari satu suku dan predikat Andi (Bugis) dan Daeng (Makassar). Selain itu, aktivitas adat berupa upacara ritual diantaranya  Appalili, Kattobokko, Appadendang dan Kalula masih dilaksanakan sebagai media untuk menjalin hubungan kekeluargaan dan merupakan produk budaya Kerajaan Adat Marusu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Asmuliany, A., & Amalia, A. A. (2020). Eksistensi Balla Lompoa Karaeng Marusu Sebagai Warisan Arsitektur Bugis Makassar di Kabupaten Maros. Jurnal Linears, 2(2), 66–72. https://doi.org/10.26618/j-linears.v2i2.3124

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free