Peningkatan Pengetahuan Kelompok Anak Jalanan Stasiun Kereta Bekasi tentang Penjualan Cilok melalui Digital Marketing pada Era Covid-19

  • Pujilestari S
  • Liana C
  • Setyawati E
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Anak jalanan merupakan kelompok minoritas yang banyak memiliki ketidakberdayaan. Anak jalanan di sekitar stasiun kereta Bekasi berhasil mendirikan usaha cilok pada era pandemi Covid-19. kelemahan usaha cilok anak jalanan diantaranya pada distribusi produk masih menggunakan gerobak yang jumlahnya terbatas, sehingga pada saat penjualan terdapat tenaga distribusi yang menganggur. Masalah utama adalah kurangnya pengetahuan tentang digital marketing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagian distribusi cilok anak jalaan mengenai digital marketing. Kegiatan dilakukan dengan edukasi dengan metode pembelajaran ceramah. Tahapan pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah analisis situasi mitra, pretest, edukasi, post-test, dan evaluasi pengetahuan dan sikap. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada mitra yang ditandai dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang digital marketing sebesar 36%. Peningkatan juga pada sikap mitra yang menyatakan setuju bahwa pengembangan penjualan cilok anak jalanan melalui digital marketing.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pujilestari, S., Liana, C., & Setyawati, E. (2023). Peningkatan Pengetahuan Kelompok Anak Jalanan Stasiun Kereta Bekasi tentang Penjualan Cilok melalui Digital Marketing pada Era Covid-19. Abdi Masyarakat, 5(1), 2081. https://doi.org/10.58258/abdi.v5i1.5129

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free