KAJIAN KEAMANAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK

  • Sholihah I
  • CS H
N/ACitations
Citations of this article
64Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK   Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) dengan hipertensi seringkali memperoleh kombinasi obat antihipertensi untuk mencapai target tekanan darah. Penggunaan kombinasi obat ini dapat memicu terjadinya Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan penggunaan obat antihipertensi pada pasien PGK yang meliputi pola penggunaan dan pengkajian efek samping. Pengambilan data dilakukan dari rekam medik pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir. Soekarno Sukoharjo selama periode Januari 2019 sampai dengan Januari 2020. Pengkajian probabilitas efek samping menggunakan algoritma Kausalitas WHO. Dari 52 subyek penelitian, terdapat 8 pasien (15,34%) mengalami kemungkinan efek samping, terdiri dari bisoprolol (1 kejadian), amlodipin (5 kejadian), furosemid (1 kejadian), dan valsartan (1 kejadian). Kombinasi obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah ARB, CCB, dan diuretik.   Kata Kunci: ROTD, efek samping, obat antihipertensi, penyakit ginjal kronik

Cite

CITATION STYLE

APA

Sholihah, I., & CS, H. A. (2020). KAJIAN KEAMANAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 15(3), 333–336. https://doi.org/10.36911/pannmed.v15i3.757

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free