Abstract
taka dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya wacana keadilan gender menjadi tarik menarik di antara dua kubu besar dalam Islam: kubu kesetaraan dan kubu keserasian. Kubu keserasian hanya menginginkan pola penafsiran yang dianggap tidak bias gender, betapapun mereka abai terhadap sisi-sisi teologis, sementara kubu keserasian percaya bahwa mereka harus mempertahankan ashalah (otentisitas) sebab agama ini dipercaya sebagai haqq yang berasal dari Dzat yang Maha Haqq. Tidak sama sekali terbayangkan oleh kelompok terakhir untuk melestarikan penindasan terhadap perempuan, seperti selama ini dituduhkan. Lantas wacana tafsir manakah yang betul- betul mencerminkan nilai-nilai al-Quran? Kedua belah pihak akan mendaku diri sebagai yang paling sesuai. Satu hal jelas, yang semestinya dilawan barangkali bukan penafsiran itu, sebab setiap orang berhak untuk berpolemik secara ilmiah. Yang perlu dimusuhi sebetulnya adalah pikiran-pikiran jahat, entah itu penindasan maupun eksploitasi perempuan, yang sama-sama beroperasi di sebalik kedua narasi.
Cite
CITATION STYLE
Subhan, Z. (2012). GENDER DALAM TINJAUAN TAFSIR. Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 2(1), 1. https://doi.org/10.15548/jk.v2i1.34
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.