Abstract
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan biomaterial yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan dasar karbon aktif. Adanya lignoselulosa sebesar 54-60 % memungkinkan untuk dikarbonisasi dan diaktivasi menjadi adsorben logam berat. Pada penelitian ini C-aktif dari tandan kosong kelapa sawit dikarbonisasi pada suhu 300 0 C, 350 0 C dan 400 0 C selama 60 menit, dilanjutkan dengan aktivasi kimia C-aktif menggunakan natrium asetat 1N, amonium klorida 1N dan amonium sulfat 1N selama 60 menit. Masing-masing dengan dua perlakun, yaitu aktivasi dengan pemanasan pada suhu 120 o C selama 60 menit dan aktivasi tanpa pemanasan (suhu ambient). Uji adsorpsi carbon aktif dilakukan terhadap larutan kadmium dengan rasio sebesar 1:15 (b:v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa C-aktif yang diaktivasi menggunakan natrium asetat 1 N memberikan kemampuan adsorbsi yang paling baik dibandingkan ammonium klorida dan ammonium sulfat. Aktivasi kimia C-aktif yang dikarbonisasi pada suhu 350 0 C dan diaktivasi menggunakan natrium asetat pada suhu ambient mampu mengadsorpsi kadmium terlarut sebesar 99,3% (b/v), dan 96,51% (b/v) pada suhu karbonisasi 300 0 C. Sedangkan aktivasi C-aktif yang dikarbonisasi pada suhu 350 0 C dengan pemanasan 120 0 C selama 60 menit mampu mengadsorpsi kadmium terlarut sebesar 100% (0,375 mg/g).
Cite
CITATION STYLE
Sopiah, N.-. (2017). PEMANFAATAN POTENSI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elais guineensis) SEBAGAI ADSORBEN KADMIUM TERLARUT. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, 8(2), 55–66. https://doi.org/10.21771/jrtppi.2017.v8.no2.p55-66
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.