Abstract
Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Penggunaan bahan alam sebagai obat secara umum dinilai lebih aman serta memiliki efek samping yang relatif lebih kecil dibandingkan penggunaan obat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elusidasi awal daya hambat ekstrak etanol daun ketapang terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC25923 penyebab gingivitis,dan untuk mengetahui senyawa aktif yang terdapat pada Daun Ketapang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan konsentrasi ekstrak daun ketapang yaitu 1%, 2%,3%, 4%, 5%, kontrol positif (chlorexidine) dan kontrol negatif (etanol). Penentuan daya hambat ekstrak daun ketapang terhadap bakteri S. aureus menggunakan metode Kirby Beuer ditandai dengan terbentuknya zona bening akibat pemberian senyawa antibakteri yang berdifusi pada media tumbuh bakteri. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin besar pemberian konsentrasi ekstrak (5%) maka semakin besar zona hambat yang terbentuk.Nilai efektivitas antibakteri daun ketapang tidak lebih baik daripada antiseptik yang diujikan. Hasil uji profil fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun ketapang mengandung tannin, saponin, terpenoid dan flavonoid. Hasil uji GC-MS teridentifikasi lima senyawa diantaranya yaitu Alpha Terpinolene, Cyclohexanol 5-methyl, Hexadecanoic acid, Octadecanoic acid, 1.2Benzenedicarboxylic acid. Kelima senyawa aktif tersebut berpotensi sebagai antibakteri.
Cite
CITATION STYLE
Purwaningsih, P. P., Darmayasa, I. B., & Astiti, N. P. A. (2020). Elusidasi Awal Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aureus ATCC25923 Penyebab Gingivitis. Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 7(1), 57. https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p08
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.