Abstract
Sick Building Syndrome (SBS) adalah kumpulan gejala yang diakibatkan lingkungan kerja yang berhubungan dengan kualitas udara dalam ruangan yang buruk dan gejala lebih tinggi terjadi pada individu yang mengalami masalah psikososial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kimia udara (PM2.5, PM10) dan kondisi psikososial dengan keluhan sick building syndrome. Metodologi penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 41 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24 pekerja (58,5%) mengalami keluhan SBS. Tidak terdapat makna antara CO dengan keluhan SBS (p-value = 0). Terdapat hubungan signifikan antara PM2,5 (p-value = 0,031), PM10 (p-value = 0,031) dan kondisi psikososial (p-value = 0,007) dengan keluhan SBS. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat makna antara CO dengan keluhan SBS dan terdapat hubungan antara PM2,5, PM10 dan kondisi psikososial dengan keluhan SBS. Disarankan agar perusahaan memperbaiki lingkungan kerja dengan meningkatkan sirkulasi udara, menjaga kebersihan lingkungan kerja, melakukan monitoring lingkungan rutin dan memperbaiki kondisi psikososial pekerja untuk mengurangi keluhan SBS.Sick Building Syndrome (SBS) was a collection of symptoms associated with poor indoor air quality, with higher symptom severity among individuals experiencing psychosocial issues. This study aimed to determine the relationships between air chemical factors (PM2.5, PM10) and psychosocial conditions and sick building syndrome complaints. The research methodology used was quantitative with a cross-sectional study design. The sampling technique employed was total sampling, with a sample size of 41 individuals. Data analysis was conducted using the chi-square test at a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that 24 workers (58.5%) experienced SBS complaints. There was no significant association between CO and SBS complaints (p-value = 0). However, there was a significant correlation between PM2.5 (p-value = 0.031), PM10 (p-value = 0.031), and psychosocial conditions (p-value = 0.007) with SBS complaints. This study concluded that there was no significant correlation between CO and SBS complaints. However, a correlation was found between PM2.5, PM10, and psychosocial conditions with SBS complaints. It was recommended that the company improve the work environment by enhancing air circulation, maintaining workplace cleanliness, conducting regular environmental monitoring, and improving workers’ psychosocial conditions to reduce SBS complaints.
Cite
CITATION STYLE
Pramawati, A., Oktarizal, H., & Rarasati, F. (2025). Hubungan Faktor Kimia Udara (PM2.5, PM10) dan Kondisi Psikososial dengan Keluhan Sick Building Syndrome. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 11(3), 557–566. https://doi.org/10.25311/keskom.vol11.iss3.2338
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.