ANALISIS YURIDIS TERHADAP KOMPETENSI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM MEMERIKSA SENGKETA PERJANJIAN KEMITRAAN

  • Metriska C
  • Pamungkas Y
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Pengertian Kompetensi absolut adalah menyangkut kekuasaan antar badan- badan peradilan, dilihat dari macamnya pengadilan, menyangkut pemberian kekuasaan untuk mengadili. Pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Apakah Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Pusat berwenang dalam memeriksa dan memutus sengketa antara Wandi Irawan, dkk. Melawan PT Tubagus Jaya Mandiri dan Apakah putusan Pengadilan Hubungan Industrial dalam sengketa antara Wandi Irawan, dkk dan PT Tubagus Jaya Mandiri sudah sesuai dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 2004? Untuk memperoleh jawaban atas penelitian ini, digunakan tipe penelitian hukum normative yang berbasis pada data sekunder dengan sifat penelitian deskriptif analisis dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan logika deduktif. Dari analisis yang dilakukan ternyata seharusnya Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri dalam tingkat pertama sudah di putus dengan Putusan N.O atau Putusan tidak dapat diterima, karena telah terlihat jelas bahwa apabila mengenai gugatan yang mengandung atau melanggar kompetensi absolut maka gugatan tersebut dikatakan tidak dapat diterima bukan putusan ditolak sehingga seharusnya pihak penggugat mengajukan ulang gugatan ke Pengadilan Negeri di daerah hukum tempat tinggal tergugat, bukan ke Pengadilan Hubungan Industrial karena bukan Lembaga yang berwenang mengadili.

Cite

CITATION STYLE

APA

Metriska, C., & Pamungkas, Y. (2022). ANALISIS YURIDIS TERHADAP KOMPETENSI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM MEMERIKSA SENGKETA PERJANJIAN KEMITRAAN. Reformasi Hukum Trisakti, 3(2), 79–88. https://doi.org/10.25105/refor.v3i2.13450

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free