Abstract
Berdasarkan Bina Marga 2013, dengan penajaman desain terhadap umur rencana dan faktor kerusakan, maka perkerasan harus didesain dengan menggunakan desain 3 yaitu menggunakan struktur perkerasan AC-WC dan Cement Treated Base (CTB). Sedangkan penajaman untuk tanah lunak (CBR ≤ 6%), penanganan berupa penggunaan lapis penopang (capping layer) setebal 300 mm. Setelah dilakukan koreksi terhadap temperatur maka total tebal lapis beraspal dikali dengan faktor sebesar 0,91. Penajaman desain memperlihatkan bahwa desain tebal perkerasan berubah dari 655 mm menjadi 1110 mm, suatu indikasi tebal perkerasan semakin kuat. pengujian nilai kuat tekan CTB (Cement Treated Base) dari sampel masing – masing 2 dengan rata – rata kuat tekan 2% yaitu 36,53 kg/cm, 4% yaitu 60,89 kg/cm, 5% yaitu 80,03 kg/cm, 6% yaitu 92,20 kg/cm dan 8% yaitu 109,6 kg/cm dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan CTB (Cement Treated Base) yang paling besar di kadar air 8% yaitu 109,6. kadar air optimum dengan rata – rata water content 2% yaitu 5,26, 4% yaitu 5,358, 5% yaitu 5,714, 6% yaitu 5,58 dan 8% yaitu 6,168 maka nilai kadar air optimum tertinggi di kadar air 8% yaitu 6,168
Cite
CITATION STYLE
Hartopo, I. S., Manurung, E. H., & Prajoko, A. (2023). ANALISA PERKERASAN JALAN FLEXIBEL PAVEMENT DENGAN METODE CEMENT TREATED BASE (CTB) MIX INSITU (STUDI KASUS: JALAN SUMMARECON BOGOR. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(10), 4149–4155. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i10.1654
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.