Abstract
Status gizi yang dikaitkan dengan risiko terjadinya wound dehisense yaitu obesitas dimana indeks massa tubuh (IMT)> 30, serta malnurtrisi dengan IMT<18,5. Malnutrisi dapat menghambat penyembuhan luka operasi, daya tahan tubuh, penurunan fungsi otot jantung dan respirasi. Lebih jauh lagi pasien malnutrisi akan mempunyai risiko morbiditas lebih tinggi sebanding dengan lama rawat yang lebih panjang, apabila dibandingkan dengan pasien gizi baik. Permasalahan yang timbul dari kurangnya pengetahuan pasien akan pentingnya status gizi mendorong munculnya ide atau solusi untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut. Salah satu solusinya adalah mengadakan Penyuluhan Kesehatan Tentang Status Gizi Di Poli RSUD Dr H Chasan Boesoirie Ternate dengan harapan bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak positif dan mampu menjadi solusi dari masalah penyembuhan luka pada pasien post laparatomi yang terjadi di Ternate, Maluku Utara. Pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Poli RSUD Dr H Chasan Boesoirie Ternate dengan sasaran pasien rawat jalan beserta keluarga. Pasien yang berobat jalan akan dikumpulkan kemudian dilakukan penyuluhan kesehatan secara aktif, pembagian pamflet dan diakhiri dengan pemeriksaan IMT pada pasien maupun keluarga pasien. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberi manfaat selain kepada pasien rawat jalan, juga kepada masyarakat, di mana mampu mengamalkan Fakultas Kedokteran Universitas Khairun Ternate.
Cite
CITATION STYLE
Selomo, P. A. M. (2023). Status Gizi. Pekan : Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(1), 7–11. https://doi.org/10.33387/pekan.v2i1.6808
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.