Abstract
Kulit buah naga memiliki kandungan pigmen betasianin yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi sebagai pewarna alami. Namun, kestabilannya dipengaruhi berbagai faktor seperti suhu dan cahaya. Untuk dapat mempertahankan stabilitasnya, dapat digunakan teknologi mikroenkapsulasi dengan metode pengeringan buih microwave. Mikroenkapsulasi dapat melindungi senyawa aktif dengan pembentukan mikrokapsul. Pada mikroenkapsulasi, bahan penyalut dapat mempengaruhi karakteristik mikrokapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi faktor rasio dan konsentrasi penyalut maltodekstrin dan gum arab terhadap sifat fisikokimia mikrokapsul ekstrak betasianin, serta menentukan mikrokapsul perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor, rasio penyalut maltodekstrin dan gum arab (2:1, 3:1, 4:1) serta konsentrasi kombinasi penyalut (10 b/v dan 15 b/v). Perlakuan terbaik didapatkan dari rasio penyalut maltodekstrin dan gum arab 3:1 dengan konsentrasi 15 b/v. Mikrokapsul tersebut memiliki karakteristik fisikokimia yang lebih baik dibandingkan mikrokapsul tanpa perlakuan penyalut pada parameter kelarutan, rendemen, kadar air, dan stabilitas cahaya mikrokapsul.
Cite
CITATION STYLE
Yuwono, S. S., Khusnia, N., & Waziiroh, E. (2025). Microencapsulation Betacyanin Extract from Red Dragon Fruit Peel: Study of Coating Ratio and Concentration. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 13(4), 249–259. https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2025.013.04.5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.