Abstract
Daun singkil (Premna corymbose Rottl et Wild) mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, tanin triterpenoid / steroid dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik memiliki aktivitas antioksidan, antitumor, antiviral dan antibiotik. Proses pengeringan terhadap simplisia akan berdampak pada kandungan senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar total senyawa fenolik pada ekstrak daun singkil. Jenis penelitian adalah eksperimental. Metode pengeringan simplisia daun singkil dilakukan menggunakan oven pada suhu 50°C dan dikeringkan angin. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penentuan kadar total fenolik dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Follin Chiocalteau dan senyawa asam galat sebagai standar. Kurva kalibrasi dibuat 5 deret konsentrasi yaitu 6,8,10,12, dan 14 ppm. Absorbansi dihitung pada panjang gelombang 662,85nm dan hasil pembacaan digunakan sebagai penentu kadar total fenolik ekstrak daun singkil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan dapat mempengaruhi kadar total fenolik ekstrak daun singkil secara signifikan. Kadar total fenolik ekstrak daun singkil menggunakan metode kering angin sebesar 13,37±0,00% sedangkan pada metode pengeringan oven 50oC sebesar 10,64±0,00057%.
Cite
CITATION STYLE
Priamsari, M. R., & Danti, P. M. (2022). Effect of Drying Method on Total Phenolic LeveSingkil Leaf Extract (Premna corymbose Rottl et Wild). Indonesian Journal on Medical Science, 9(1), 65–69. https://doi.org/10.55181/ijms.v9i1.349
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.