Perancangan Video Mapping Sebagai Media Pengenalan Topeng Malangan

  • Syahrin A
  • Subari S
  • Ramadhan A
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The richness of literary performances in Indonesia is very diverse. The diversity that exists is wealth that can not be calculated in value. Regional culture is reflected in various aspects of existing community life, because each region has different cultural characteristics. This culture needs to be preserved so as not to decrease or even disappear. Malang Mask has become one of the high artistic value cultural heritages in Malang. The community must be familiar with the arts of this area in order to maintain culture. However, people now if you look at culture with a traditional display it will be difficult to attract their attention. In the design process it is necessary to analyze data, primary data sources and secondary data sources. The next step is to draw conclusions from the results of the data obtained. After the conclusion is obtained next is to determine the concept based on the results of the data conclusions. The methodology used is to use the 5w + 1H approach which is used as a basis for the concept of problem solving, which consists of What, Who, When, Where, Why, and How. The purpose of the 5W + 1H analysis is to get the video mapping design concept that will be produced. This video mapping media showcases culture with a modern concept, Malang Mask characters will be the content in this video. This video mapping will be an installation that uses 3D fields as objects to be projected. This media is also supported by poster media, infographics, t-shirts, totebags, social media and key chains. It is hoped that the "Rawat Raut" video mapping design can help introduce and preserve Malang Mask culture.Kekayaan sastra pertunjukan di negeri Indonesia sangat beragam. Keragaman yang ada tersebut merupakan suatu kekayaan yang tidak dapat terhitung nilainya. Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ada, karena setiap daerah memiliki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Budaya ini perlu dilestarikan agar tidak mengalami kemunduran atau bahkan kepunahan. Topeng Malang menjadi salah satu warisan budaya yang bernilai seni tinggi di kota Malang. Masyarakat harus kenal dengan kesenian daerah ini agar tetap bisa merawat kebudayaan. Namun, orang-orang sekarang jika melihat budaya dengan tampilan tradisi akan untuk sulit menarik perhatian mereka. Pada proses perancangan perlu dilakukan analisa data, sumber data primer dan sumber data sekunder. Tahap selanjutnya adalah mengambil sebuah kesimpulan dari hasil data yang didapatkan. Setelah kesimpulan didapatkan selanjutnya adalah menentukan konsep yang didasarkan pada hasil kesimpulan data. Metodologi yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan 5w+1H yang dijadikan sebagai dasar konsep pemecahan masalah, terdiri dari What (apa), Who (Siapa), When (Kapan), Where (Dimana), Why (kenapa), dan How (Bagaimana). Tujuan dari analisis 5W + 1H ini adalah untuk mendapatkan konsep perancangan dari video mapping yang akan di produksi. Media video mapping ini menampilkan budaya dengan konsep yang modern, karakter Topeng Malang akan menjadi konten dalam video ini. Video mapping ini akan berupa instalasi yang menggunakan bidang 3D sebagai objek yang akan di proyeksikan. Media ini juga di dukung dengan media poster, infografis, kaos, totebag, media sosial dan gantungan kunci. Maka diharapkan perancagan video mapping “Rawat Raut” dapat membantu mengenalkan dan melestarikan budaya Topeng Malang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Syahrin, A., Subari, S., & Ramadhan, A. Z. (2020). Perancangan Video Mapping Sebagai Media Pengenalan Topeng Malangan. MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(01), 26–35. https://doi.org/10.32664/mavis.v2i01.480

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free