Kekerasan Seksual dan Relasi Kuasa: Tinjauan Plot Narasi 2 Samuel 11:1-27

  • Muryati M
  • Koswanto A
  • Setianto Y
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract. This article was written with the purpose of studying the corelation between power relation and sexual abuse in the King David and Bathsheba narrative to raise awareness of the danger posed by a power relation. By using plot analysis in the 2 Samuel 11:1-27 narrative, it can be understood that with the power he possessed, David committed an abuse of power to commit acts of sexual abuse against Bathsheba. Bathsheba, in this case who was in a position of lower power, could not refuse King David's lust. Thus, power relation should not be taken for granted, but must be understood critically.Abstrak. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk untuk mengkaji hubungan relasi kuasa dengan kekerasan seksual dalam narasi Raja Daud dan Batsyeba sehingga dapat menumbuhkan kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan dari suatu relasi kuasa. Dengan menggunakan analisis plot pada narasi 2 Samuel 11:1-27, dapat dipahami bahwa dengan kekuasaan yang dimiliki, Daud melakukan tindakan penyalahgunaan kekuasaan secara sadar dan terencana untuk melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap Batsyeba. Batsyeba, dalam hal ini yang berada di posisi kekuasaan lebih rendah, tidak dapat menolak keinginan Raja Daud tersebut. Dengan demikian, relasi kuasa semestinya tidak diterima begitu saja, namun harus dipahami secara kritis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muryati, M., Koswanto, A., Setianto, Y., & Abrillian, M. (2023). Kekerasan Seksual dan Relasi Kuasa: Tinjauan Plot Narasi 2 Samuel 11:1-27. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 646–659. https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.822

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free