Abstract
Pneumonia merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak, terutama di negara berkembang. Angka kematian karena pneumonia di negara berkembang 10–15 kali lebih tinggi daripada di negara maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kematian dan faktor risiko pada anak balita yang dirawat di rumah sakit karena pneumonia. Penelitian potong lintang ini dilakukan pada anak usia 1–59 bulan yang dirawat di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung karena pneumonia periode November 2007─Januari 2009. Tiga ratus delapan belas anak ikut serta dalam penelitian ini. Usia median anak 11‚6 bulan, sebanyak 237 (74‚5%) di antaranya berusia ≤12 bulan. Sembilan puluh tiga (29‚2%) anak didiagnosis pneumonia sangat berat dan 225 (70‚8%) anak pneumonia berat. Dua puluh tiga (7‚2%) penderita meninggal selama perawatan, 20 di antaranya dirawat dengan pneumonia sangat berat (p<0,001; OR 20,274; 95%IK: 5,855–70,197). Kelainan jantung bawaan (p=0,002; OR 5,795; 95%IK: 2,115–15,407) dan leukositosis (≥15.500/mm3 ; p=0,002; OR 3,879; 95%IK: 1,547–9,727) berhubungan erat dengan kematian. Kuman patogen ditemukan pada 11 dari 23 penderita yang meninggal. Simpulan, kematian karena pneumonia berat masih cukup tinggi. Pneumonia sangat berat, kelainan jantung bawaan, dan leukositosis merupakan faktor risiko yang meningkatkan kematian anak balita dengan pneumonia.
Cite
CITATION STYLE
Wulandari, D. A., Sudarwati, S., Suardi, A. U., Ghrahani D. M, R., & Kartasasmita, C. B. (2013). Kematian Akibat Pneumonia Berat pada Anak Balita. Majalah Kedokteran Bandung, 45(1), 50–55. https://doi.org/10.15395/mkb.v45n1.140
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.