Peningkatan Nilai Tambah Onggok Singkong dan Dedak Padi Sebagai Substrat pada Produksi Asam Sitrat

  • Masyitah
  • Abubakar A
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permintaan asam sitrat di seluruh dunia meningkat lebih cepat daripada produksinya sehingga diperlukan proses yang lebih ekonomis. Aspergillus niger mampu memproduksi asam sitrat dari hasil samping agroindustri. Pemanfaatan onggok dan dedak padi sebagai substrat pada fermentasi asam sitrat dapat meningkatkan nilai tambah hasil samping agroindustri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan onggok dan dedak padi sebagai substrat produksi asam sitrat oleh Aspergillus niger pada kultivasi media padat beserta karakteristik asam sitrat yang dihasilkannya. Kajian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan kombinasi antara persentase volume inokulum b/v (x1: 2,5%; x2: 5%; dan x3: 7,5%) dan waktu inkubasi (y1: 1 hari; y2: 2 hari; y3: 3 hari; y4: 4 hari; y5: 5 hari; y6: 6 hari; dan y7: 7 hari), diulang empat kali. Penambahan volume inokulum Aspergillus niger sebanyak 5% (b/v) dengan waktu inkubasi selama lima hari dapat menghasilkan asam sitrat yang optimal. Pada kombinasi perlakuan tersebut, dihasilkan nilai pH 2,65, total asam 13,91 g/L, dan kandungan asam sitrat 9,74 g/L.

Cite

CITATION STYLE

APA

Masyitah, & Abubakar, A. (2023). Peningkatan Nilai Tambah Onggok Singkong dan Dedak Padi Sebagai Substrat pada Produksi Asam Sitrat. Food Scientia: Journal of Food Science and Technology, 3(2), 146–164. https://doi.org/10.33830/fsj.v3i2.5106.2023

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free