Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerusakan dan faktor penyebab kerusakan ekosistem mangrove di Desa Keera Kecamatan Keera Kabupaten Wajo serta merumuskan strategi rehabilitasi dalam pengelolaan ekosistem mangrove yang belum tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penutupan mangrovr di wilayah pesisir Desa Keera dalam kategori baik (rata-rata persentase dari jenis penutupan tertinggi 62,5%). Hasil interpretasi citra juga menunjukkan adanya pengurangan luasan hutan mangrove sebesar ±28,15 Ha dari tahun 2013-2017. Kerusakan ekosistem mangrovedisebabkan oleh konversi lahan mangrove untuk dijadikan lahan tambak dan abrasi akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelestarian ekosistem mangrove. Arahan strategi rehabilitasi hutan mangrove di Desa Keera berdasarkan hasil analisis SWOT ditetapkan 8 strategi yaitu: 1) Mengembalikan fungsi mangrove sesuai dengan pola ruang ekologi rehabilitasi; 2) pengadaan sarana budidaya mangrove (pembibitan dan penyemaian) yang dikelola langsung oleh masyarakat; 3) peningkatan kualitas SDM masyarakat sekitar ekosistem mangrove; 4) Meningkatkan tugas pokok kelompok masyarakat pengawas melalui bantuan operasional; 5) penegakan hukum dan penguatan kelembagaan; 6) Penanaman kembali kawasan pesisir mangrove yang terindentifikasi rusak berat karena abrasi; 7) peningkatan partisipasi masyarakat dan stakeholder lainnya dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove; 8) pengembangan sistem tambak berbasis (silvofishery) yang baik.
Cite
CITATION STYLE
Mappanganro, F., Asbar, A., & Danial, D. (2018). INVENTARISASI KERUSAKAN DAN STRATEGI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DI DESA KEERA KECAMATAN KEERA KABUPATEN WAJO. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 1, 1. https://doi.org/10.26858/jptp.v1i0.6227
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.