Abstract
Tingginya aktivitas penangkapan kerang darah (Anadara granosa) di Muara Sungai Banjar Kemuning, Sedati, Sidoarjo, belum diimbangi dengan ketersediaan data biologis lokal yang memadai sehingga berpotensi menghambat upaya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad kerang darah sebagai dasar ilmiah pengelolaan populasi. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel pada tiga stasiun berdasarkan intensitas penangkapan nelayan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, serta kualitas air berupa suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar individu berada pada tingkat kematangan gonad II yang menandakan fase perkembangan gonad awal hingga pertengahan, sementara nilai indeks kematangan gonad meningkat seiring bertambahnya tingkat kematangan gonad dan lebih tinggi pada jantan dibandingkan betina. Parameter kualitas air berada pada kisaran yang mendukung perkembangan gonad. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa meskipun kondisi lingkungan relatif sesuai, rendahnya proporsi individu pada fase matang penuh mengindikasikan perlunya pengelolaan penangkapan yang lebih terkontrol. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penerapan musim panen dan ukuran tangkap minimum untuk menjaga keberlanjutan populasi kerang darah.
Cite
CITATION STYLE
Safitri, E. D. H., Rahayu, D. A., Rahayu, D. A., Ambarwati, R., & Ambarwati, R. (2026). Evaluasi Tingkat Kematangan Gonad Kerang Darah (Anadara granosa) di Muara Sungai Banjar Kemuning, Sedati, Sidoarjo. Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi, 14(1), 62. https://doi.org/10.25157/jpb.v14i1.23435
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.