Abstract
Pengembangan keterampilan motorik halus perlu distimulasi dengan strategi yang tepat. Apalagi dengan adanya kondisi Pandemi seperti ini, menyebabkan anak-anak lebih sering memegang gadget setiap harinya, hal ini yang membuat takut para orangtua akan penggunaan gadget yang berlebihan bisa menyebabkan kemampuan motorik halus beberapa anak masih belum sepenuhnya berkembang baik. Hal ini terbukti saat ada beberapa anak menulis huruf, menggambar bentuk dan mewarnai cenderung belum bisa mencapai target yang diharapkan, yaitu anak masih belum bisa menulis dengan rapi, menggambar, mewarnai, dan rendahnya kemampuan ini belum maksimal karena dalam menggerakkan jari-jari tangan masih kaku yaitu saat memegang alat tulis masih belum benar. Permasalahan-permasalahan tersebut yang menyebabkan motorik halus yang perlu distimulasi dengan baik. Tujuan pengabdian ini untuk melatih ketrampilan motorik halus Pada Anak di Kecamatan Bulak, selain itu juga membuat anak berpikir kreatif, inovatif dan mampu bersosialisasi dengan teman-temannya. Metode pelaksanaanya melalui psikoedukasi, pelatihan art therapy kepada anak-anak usia dini berusia 4-5 tahun. Hasil dari pengabdian diharapkan anak mampu mengembangkan motorik halusnya dengan optimal kearah yang lebih baik, anak dapat mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi, dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak tersebut. Kata Kunci: Art Therapi, Motorik Halus, Kreatif
Cite
CITATION STYLE
Tyas, F. D., Zuroidah, A., Mardiyanti, R., Nilam Sari, N., & Dani Prasetia, A. (2022). PPM PELATIHAN DOODLE SEBAGAI ART THERAPY TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA KELOMPOK ANAK USIA DINI DI KECAMATAN BULAK. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 5, 1–10. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v5i0.1524
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.