HASAD DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR MAUDHU‘I

  • Afifah W
  • Nurung M
  • Al Fikri M
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah disebabkan keresahan penulis apabila masyarakat masa kini yang telah mengabaikan keburukan dan larangan sifat hasad dalam kehidupan mereka. Hasad yang dimaksudkan disini adalah salah satu daripada penyakit hati yang boleh membawa dampak buruk kepada diri. Hasad atau dengki merupakan suatu perasaan yang tidak senang apabila melihat seseorang yang lain mendapatkan nikmat yang lebih daripada dirinya dan mengharapkan nikmat itu hilang daripadanya. Hasad juga termasuk dalam penyakit besar bagi hati dan penyakit hasad ini tidak dapat diobati melainkan dengan ilmu dan amal. Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library research) kemudian mengumpulkan data yang berkaitan dengan menggunakan langkah kerja tafsir tematik. Sumber data primer yang digunakan skripsi ini adalah Al-Qur’an dan kitab tafsir kemudian dilengkapi dengan data sekunder yang meliputi buku, artikel, jurnal yang terkait dengan judul di atas. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwasanya hasad merupakan sifat yang dilarang oleh Allah SWT kepada setiap manusia di muka bumi ini. Maka sifat ini perlulah dihindari dengan menerapkan sifat-sifat yang sebaliknya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Afifah, W. N., Nurung, M., & Al Fikri, M. (2024). HASAD DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR MAUDHU‘I. At-Tibyan, 7(2), 167–184. https://doi.org/10.30631/5cjw9r68

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free