Abstract
Pasien lanjut usia dengan penyakit kronis yang mendapatkan terapi jangka panjang, memiliki risiko lebih tinggi untuk tidak patuh. Kepatuhan mempunyai arti penting untuk memastikan manfaat terapeutik diterima oleh pasien. Namun, kepatuhan terhadap obat selalu menjadi masalah, terutama di kalangan orang tua. Pasien lanjut usia dengan komorbiditas multipel, memiliki risiko ketidakpatuhan yang lebih tinggi karena mereka menerima lebih dari satu macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien lanjut usia dengan penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional observasional yang dilakukan selama bulan April - Juni 2019. Pengumpulan data dilakukan secara purposive sampling yang melibatkan 182 pasien lanjut usia suku Jawa di Kecamatan Muntilan, Jawa Tengah. Metode pill count digunakan untuk mengukur kepatuhan pasien. Pasien dengan tingkat kepatuhan rata-rata < 80 % dikategorikan sebagai tidak patuh. Hubungan antara faktor pasien lanjut usia dengan tingkat kepatuhan minum obat dianalisis menggunakan regresi sederhana. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat kepatuhan pasien lanjut usia terhadap terapi penyakit kronis dikategorikan tidak patuh dengan rata-rata 65,53 % ± 26,86%, sementara faktor demografis dan faktor klinik lainnya dari pasien lanjut usia tidak terkait. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepatuhan minum obat pada pasien usia lanjut suku Jawa dikategorikan tidak patuh.
Cite
CITATION STYLE
Wikan, E., Rahmawati, F., & Wahab, I. A. (2021). Kepatuhan Penggunaan Obat pada Komunitas Pasien Lanjut Usia Dengan Penyakit Kronis di Kecamatan Muntilan Jawa Tengah. Majalah Farmaseutik, 17(1), 54. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i1.49088
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.