Abstract
Kontrasepsi suntik 3 bulan merupakan salah satu metode KB hormonal yang sering digunakan oleh wanita di Indonesia. Salah satu efek samping yang sering dilaporkan oleh akseptor KB suntik 3 bulan adalah kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon progestin yang terkandung dalam suntikan, yang dapat mempengaruhi metabolisme dan keseimbangan hormon dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan pada wanita akseptor KB di Puskesmas Naras tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah wanita akseptor KB suntik 3 bulan yang terdaftar di Puskesmas Naras pada tahun 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran berat badan sebelum dan sesudah penggunaan KB suntik selama periode tertentu, serta rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapati bahwa sebagian besar wanita akseptor KB suntik 3 bulan mengalami kenaikan berat badan dalam 6 bulan pertama penggunaan. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan (p < 0,05) p=0.002, dimana kenaikan berat badan rata-rata adalah 2-5 kg setelah penggunaan selama 6 bulan. Penggunaan KB suntik 3 bulan berhubungan dengan kenaikan berat badan pada wanita akseptor KB di Puskesmas Naras tahun 2024. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada akseptor KB tentang kemungkinan efek samping ini, serta upaya pencegahan melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur.
Cite
CITATION STYLE
Citra M, R., & Handayani, W. (2024). Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan Pada Wanita Akseptor KB. JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa, 3(2), 93–99. https://doi.org/10.57218/jkj.vol3.iss2.1286
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.