Abstract
Generasi milenial dalam bekerja terkenal dengan sifat yang menginginkan fleksibilitas waktu, tidak menyukai sesuatu yang folmal, dan tidak ragu untuk berpindah-pindah. Terdapat perbedaan antara karakteristik generasi milenial dengan profesi sebagai asisten kebun kelapa sawit, bekerja di perkebunan kelapa sawit terkenal dengan jam kerja yang terikat, sangat mengedepankan hirarki kekuasaan atau bersifat formal. Perbedaan ini tidak serta-merta membuat asisten kebun milenial takut untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Salah satu teori yang mencoba menjelasakan terkait fenomena ini adalah teori hirarki kebutuhan oleh Abraham Maslow. Maslow berpendapat seseorang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu dikarenakan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi, motivasi yang dimaksud juga mencakup motivasi dalam memilih pekerjaan. Hirarki kebutuhan yang akan diteliti adalah kebutuhan Harga Diri dan Kebutuhan Aktualisasi Diri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menemukan bagaimana pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri asisten perkebunan kelapa sawit milenial. Sebanyak 31 responden dipilih secara purposive sampling dan dilakukan wawancara mendalam menggunakan kuesioner dengan jawaban terbuka. Sebanyak 76,6% responden menyatakan bahwa kebutuhan harga diri telah terpenuhi di perkebunan kelapa sawit dan menurut 92% responden kebutuhan aktualisasi diri telah terpenuhi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri asisten kebun generasi milenial di perkebunan kelapa sawit telah terpenuhi.
Cite
CITATION STYLE
Sibarani, E. M., Purwadi, P., & Puruhito, D. D. (2023). Kebutuhan Harga Diri dan Aktualisasi Diri Generasi Milenial sebagai Asisten Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Ilmiah Inovasi, 23(3), 284–292. https://doi.org/10.25047/jii.v23i3.4012
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.