Abstract
Semut merupakan serangga sosial yang memiliki keanekaragaman yang tinggi dan penyebaran yang luas, termasuk di hutan mangrove. Keberadaan jenis semut di mangrove dipengaruhi oleh mobilisasi manusia dan migrasi semut. Migrasi semut secara alami dapat terjadi melalui dahan dan ranting kayu lapuk dari pohon mangrove yang hanyut terbawa arus laut. Kajian untuk memahami persebaran semut di seluruh pulau dapat dilakukan melalui studi keanekaragaman semut pada kayu lapuk di kawasan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman semut yang memanfaatkan kayu lapuk untuk tempat bersarang. Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan mangrove Desa Apar Kota Pariaman. Semut dikumpulkan dengan metode pengumpulan tangan pada setiap ranting, kayu yang bercabang dan membusuk, kemudian disimpan dalam botol berisi etanol 70%. Sebanyak 11 spesies semut yang termasuk dalam 10 genera dan 4 sub famili dikumpulkan. Formicinae merupakan spesies terbanyak yang ditemukan dalam penelitian ini dengan 5 spesies, disusul Myrmicinae (3 spp.), Dolichoderinae (4 spp.), dan Ponerinae (1 sp.)
Cite
CITATION STYLE
Zulisma fitri, R., & Satria, R. (2022). Inventory of ants (Hymenoptera: Formicidae) on decayed woods in mangrove forest area of Apar village, Pariaman, West Sumatera. Bioscience, 6(1), 18. https://doi.org/10.24036/0202261108595-0-00
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.