Abstract
Calon tunggal pada Pilkada terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya calon tunggal, teori dan model yang dapat menjelaskan fenomena tersebut, dan kedudukan demokrasi pada Pilkada calon tunggal. Dengan menggunakan software Harzing's Publish or Perish diperoleh 195 tulisan dari tahun 2013-2022. Melalui metode Systematic Literature Review, 50 artikel jurnal kemudian dianalisis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendidikan politik di partai politik gagal menyebabkan terjadinya calon tunggal. Pragmatisme partai politik, mahar politik yang tinggi, dan kegagalan kaderisasi. Akhirnya membuat partai politik membentuk koalisi besar dengan mengusung calon tunggal. Beberapa teori yang dapat menjelaskan fenomena tersebut seperti Coalition Theory, Exchange Theory, Interest Groups Theory, Teori Oligarki, Teori Hegemoni, Demokrasi Deliberatif, dan lainya. Dalam kajian demokrasi, calon tunggal akhirnya berdampak bagi kualitas demokrasi. Penelitian ini membuka ruang penelitian lebih lanjut dibahas dalam artikel ini.
Cite
CITATION STYLE
Aba, A., Suryadi, K., & Matang, M. (2023). Pendidikan Politik di Partai Politik yang Impoten: Kajian Kritis Fenomena Calon Tunggal pada Pilkada. PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 8(2), 9–20. https://doi.org/10.29407/pn.v8i2.19593
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.