Abstract
Penelitian ini menganalisa pengaruh dari manajemen laba riil terhadap kinerja perusahaan setelah konvergensi IFRS. Terdapat 3 cara dalam melakukan manajemen laba riil yaitu dengan meningkatkan penjualan secara tidak wajar, melakukan produksi secara berlebihan serta mengurangi beban diskresioner. Ketiga cara tersebut diproyeksikan dalam abnormal penjualan, abnormal produksi, dan abnormal beban diskresional. Dari 47 perusahaan Infrastruktur, Telekomunikasi, dan Transportasi, terdapat 329 sampel yang terkumpul dari tahun 2012 hingga 2018 dengan metode purposive sampling. Keseluruhan sampel diuji untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan yang diproyeksikan dengan ROA. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa setelah terjadinya konvergensi IFRS, manajemen laba riil masih terjadi di perusahaan sebagai metode substantif dari metode peningkatan kinerja yang lain. Selain itu, peningkatan penjualan secara tidak wajar serta kelebihan tingkat produksi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Sedangkan penurunan beban diskresional berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.
Cite
CITATION STYLE
Putri, M. M., Saebani, A., & Putra, A. M. (2020). Pengaruh Manajemen Laba Riil terhadap Kinerja Perusahaan setelah Konvergensi IFRS. JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi), 6(1), Press. https://doi.org/10.34204/jiafe.v6i1.1848
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.