Strategi Branding Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Media Digital dalam Upaya Mempertahankan Citra dan Eksistensinya

  • Pratiwi D
  • Purworini D
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Muktamar merupakan permusyawaratan terbesar Muhammadiyah yang dilaksanakan setiap lima tahun. Pelaksanaan Muktamar ke-48 ditunda dua tahun karena Covid-19 dan dikhawatirkan hilangnya awareness masyarakat terhadap Muktamar. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi branding untuk mempertahankan eksistensi perhelatan akbar ini. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis strategi branding Muktamar Muhammadiyah ke-48 di media digital dalam mempertahankan citra dan eksistensi. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif dengan teknik Snowball Sampling dan teori Integrasi Informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muktamar 48 menghadirkan kesan Muhammadiyah organisasi islam modern yang siap menghadapi era digitalisasi, cinta kebersihan, tertib, gembira dan bermanfaat bagi masyarakat. Kesan positif juga dapat ditemui pada brand personality ramah, sopan santun, lembut, mengedukasi, menginspirasi, cerdas, dan bermartabat. Identity brand ditunjukan dalam bentuk logo, lagu, tagline, dan brand guidelines. Untuk menjangkau audiens yang luas maka Panitia Muktamar memaksmalkan peran media mainstream dan digital serta agar pesan tersampaikan dengan baik dilakukan strategi pengorganisasian pesan media official dan memperhatikan kredibilitas informasi dengan memberlakukan sistem layer berjenjang yang berfungsi mengontrol, verifikasi, dan validasi seluruh informasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pratiwi, D., & Purworini, D. (2023). Strategi Branding Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Media Digital dalam Upaya Mempertahankan Citra dan Eksistensinya. Sahafa Journal of Islamic Communication, 5(2), 324–337. https://doi.org/10.21111/sjic.v5i2.9748

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free