Abstract
Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Prevalensi stroke adalah 0,0017% di masyarakat pedesaan dan 0,022% pada masyarakat perkotaan. Stroke berulang, sebagai salah satu titik akhir klinis, merupakan penyebab utama kematian, rawat inap ulang, dan kecacatan jangka panjang. Pencegahan stroke berulang dapat dilakukan dengan meminimalisir faktor risiko yang ada. Terapi farmakologi dengan target penurunan tekanan darah (antihipertensi) berpengaruh pada penurunan kejadian stroke berulang. Pemberian terapi pencegahan sekunder secara optimal dapat mencegah stroke berulang sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis terapi antihipertensi pada pasien stroke dan stroke berulang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Juni sampai dengan September 2025 di salah satu rumah sakit swasta bandar lampung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini berupa analisis univariat. Terdapat 200 sampel dalam penelitian ini, dengan masing-masing 100 sampel untuk setiap kelompok. Sebanyak 111 pasien (55,5%) berusia <65 tahun, 103 pasien (51,5%) berjenis kelamin laki-laki dan 136 pasien (68,0%) adalah pasien stroke tanpa komorbid. Hasil pada penelitian ini menujukkan sebanyak 37% pasien stroke serangan pertama menggunakan Amlodipin sebagai terapi antihipertensi dan sebanyak 34% pasien stroke serangan berulang mendapatkan Amlodipin sebagai terapi antihipertensi.
Cite
CITATION STYLE
Sembiring, E. V., & Hartati, A. (2025). GAMBARAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN STROKE DI SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(4), 15064–15073. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i4.50321
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.