Abstract
Praktik Moderasi Beragama pada masyarakat majemuk (plural) seperti Indonesia merupakan kebutuhan sejarah. Bangsa ini tidak akan pernah berdiri tanpa adanya pelaksanaan Moderasi Beragama oleh para founding fathers yang telah berjuang sejak era pra kemerdekaan. Dalam artikel ini, penulis berfokus pada urgensi implementasi Moderasi Beragama melalui pendekatan kognitif berbasis karakter. Metode penulisan artikel menggunakan diskriptif-analisis pada unsur-unsur kognitif yang sangat mendukung implementasi Moderasi Beragama melalui teori Taksonomi Bloom yang telah direvisi, yaitu mengingat (remember), memahami (understand), menerapkan (apply), menganalisis (analyze), mengevaluasi (evaluate), dan membuat (create). Sedangkan basis karakter menitikberatkan pada tiga sikap dan perilaku utama, yaitu pikiran terbuka (open minded), penerimaan (acceptance), dan kerjasama (cooperation) pada orang atau pihak lain yang berbeda keyakinan, paham keagamaan, dan agama. Kesimpulan dari tulisan ini bahwa praktik Moderasi Beragama diyakini lebih efektif apabila didukung kualitas aspek kognitif sehingga umat beragama memiliki wawasan (insight) yang memadai berbasis karakter melalui penanaman nilai-nilai jujur, adil, berimbang, dan tanggung jawab.
Cite
CITATION STYLE
Asyhar, T. (2023). Implementasi Moderasi Beragama Melalui Pendekatan Kognitif Berbasis Karakter. Jurnal Bimas Islam, 16(1), 241–276. https://doi.org/10.37302/jbi.v16i1.1007
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.