Abstract
Salah satu faktor keberhasilan suatu proyek adalah terkendalinya biaya-biaya yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan. Pembengkaan biaya pada tahap pelaksanaan konstruksi adalah biaya pelaksanaan lebih besar dari biaya estimasi yang ada. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bobot pengaruh faktor-faktor yang menyebabkan pembengkakan biaya pada tahap pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Metode yang digunakan adalah metode Analitycal Heirarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot proriotas. Hasil penelitian menunjukkan Bobot prioritas yang berpengaruh dalam pertambahan biaya konstruksi gedung yaitu: Faktor Tenaga Kerja dan Sub Kontraktor dengan Persentase 12%. Faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya pertambahan biaya pada proyek konstruksi gedung Kabupaten Puncak, Papua Tengah yakni faktor Fluktuasi upah tenaga kerja yang tinggi dan Produktivitas tenaga kerja rendah, faktor Kenaikan harga material dan Kelangkaan material di pasaran, faktor Pemilihan tipe dan ukuran yang kurang tepat, Lamanya waktu menganggur dan Biaya pemeliharaan yang tidak sesuai rencana, faktor Pengetahuan dan pengalaman sub kontraktor yang kurang dan Lingkup kerja yang kurang jelas, faktor Terjadi perselisihan pada proyek, Struktur manajemen proyek yang kurang tepat dan Kelemahan dalam perencanaan logistic, faktor Profesionalisme dan etika yaitu Kurangnya kedisiplinan kerja dan Rendahnya komitmen terhadap perjanjian dan tanggung jawab, Spesifikasi material yang kurang jelas dan Perubahan desain, Kerusakan lingkungan akibat adanya proyek.
Cite
CITATION STYLE
Hendrik Paliling, Rais Rachman, & Jonie Tanijaya. (2024). FAKTOR PERTAMBAHAN BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG KABUPATEN PUNCAK, PAPUA TENGAH. Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS), 1(5). https://doi.org/10.62603/konteks.v1i5.106
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.