Transformasi Data Menjadi Kebijakan: Studi Clustering Hierarki pada Layanan Keagamaan Kementerian Agama

  • Candra Y
  • Andrea Tri Rian Dani
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia adalah negara dengan keberagaman agama, budaya, dan kondisi geografis yang sangat kaya. Untuk memastikan kebijakan layanan keagamaan yang merata dan adil, penelitian ini menganalisis keberagaman karakteristik daerah. Tujuannya adalah untuk mengklasifikasikan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan data layanan keagamaan. Metode yang digunakan adalah hierarchical clustering dengan lima algoritma dan tiga ukuran jarak. Kombinasi average linkage dan jarak chebyshev menghasilkan koefisien korelasi cophenetic tertinggi (0,969), menjadikannya algoritma paling optimal. Uji silhouette coefficient menunjukkan dua klaster sebagai jumlah optimal, dengan nilai silhouette coefficient sebesar 0,736, dan uji ANOVA memvalidasi bahwa perbedaan antar klaster signifikan. Klaster pertama terdiri dari Provinsi Aceh, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, yang memiliki rata-rata setiap variabel lebih tinggi. Klaster kedua mencakup seluruh provinsi lainnya, termasuk DKI Jakarta, yang menunjukkan bahwa masih ada peluang untuk peningkatan kualitas layanan keagamaan. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi Kementerian Agama untuk terus berupaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan di seluruh wilayah Indonesia, dengan fokus pada perbaikan aspek layanan yang lebih luas.Indonesia adalah negara dengan keberagaman agama, budaya, dan kondisi geografis yang sangat kaya. Untuk memastikan kebijakan layanan keagamaan yang merata dan adil, penelitian ini menganalisis keberagaman karakteristik daerah. Tujuannya adalah untuk mengklasifikasikan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan data layanan keagamaan. Metode yang digunakan adalah hierarchical clustering dengan lima algoritma dan tiga ukuran jarak. Kombinasi average linkage dan jarak chebyshev menghasilkan koefisien korelasi cophenetic tertinggi (0,969), menjadikannya algoritma paling optimal. Uji silhouette coefficient menunjukkan dua klaster sebagai jumlah optimal, dengan nilai silhouette coefficient sebesar 0,736, dan uji ANOVA memvalidasi bahwa perbedaan antar klaster signifikan. Klaster pertama terdiri dari Provinsi Aceh, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, yang memiliki rata-rata setiap variabel lebih tinggi. Klaster kedua mencakup seluruh provinsi lainnya, termasuk DKI Jakarta, yang menunjukkan bahwa masih ada peluang untuk peningkatan kualitas layanan keagamaan. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi Kementerian Agama untuk terus berupaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan di seluruh wilayah Indonesia, dengan fokus pada perbaikan aspek layanan yang lebih luas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Candra, Y., & Andrea Tri Rian Dani. (2025). Transformasi Data Menjadi Kebijakan: Studi Clustering Hierarki pada Layanan Keagamaan Kementerian Agama. Mandalika Mathematics and Educations Journal, 7(4), 2075–2086. https://doi.org/10.29303/jm.v7i4.10261

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free