Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi bentuk, makna dan fungsi syair adat huler wair pada acara pernikahan, penelitian ini dilakasanakan di desa Magepanda. Teknik pengumpulan data wawancara, rekam, simak-catat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatf. Data primer dalam penelitian ini adalah tuturan lisan dari tua adat di desa Magepanda, dan data sekundernya diperoleh dari studi pustaka. Data yang diperoleh berupaya syair adat pernikahan yang disampaikan oleh tua adat. Data yang diperoleh dianalisis melalui teknik analisis data yakni data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diurikan dalam bentuk deskriptif yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, verikisasi dan penegasan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan syair adat pernikahan di desa magepanda bentuk syair adat terdiri dari 12 bait, tiap bait terdiri atas 3- 12 larik, memiliki 4-12 suku kata tiap larik, Memiliki makna intensi, makna larangan dan makna kesetian dan juga fungsi didaktif, moralitas, religius, reaktif dan estetis.
Cite
CITATION STYLE
Peda, C. A. E., Owon, R. A. S., & Lering, M. E. D. (2023). ANALISIS BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI SYAIR ADAT HULER WAIR PADA ACARA PERNIKAAHAN DI DESA MAGEPANDA, KABUPATEN SIKKA. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(9), 3615–3626. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i9.1510
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.