Menyelami Dunia Membaca dengan Syllabic dan Augmented Reality: Transformasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder

  • Ririn Dwi Ariani
  • Fadillah
  • Arifah An Nur
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Membaca merupakan kemampuan dasar yang krusial bagi anak. Namun, anak ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder kerap mengalami kesulitan dalam belajar membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi metode Syllabic berbasis Augmented Reality dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Metode pendekatan yang digunakan adalah Research and Development dengan model Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation), penelitian ini melibatkan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Proses riset tediri dari tiga yaitu pretest, treatment dan post-test selama 10 pertemuan. Hasil riset menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca permulaan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder setelah treatment dengan Syllabic dan Augmented Reality. Hal ini terbukti dari hasil pretest dengan nilai 15,7% menjadi 84,5% pada hasil post-test. Dengan demikian, Syllabic dan Augmented Reality efektif dengan tingkat efektifitas yang tinggi dan bisa digunakan untuk menstimulasi kemampuan membaca permulaan anak Attention Deficit Hyperactive Disorder

Cite

CITATION STYLE

APA

Ririn Dwi Ariani, Fadillah, Arifah An Nur, Nurul Inaya, & Asty Oktavia Mursalim. (2024). Menyelami Dunia Membaca dengan Syllabic dan Augmented Reality: Transformasi Kemampuan Membaca Permulaan Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder. ECEJ : Early Childhood Education Journal, 1(2), 26–31. https://doi.org/10.62330/ecej.v1i2.94

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free