Abstract
Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sering kali mengesampingkan kompetensi sosiolinguistik yang justru krusial dalam komunikasi antarbudaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model flipped classroom dalam mengembangkan kesadaran pragmatik dan kemampuan adaptasi ragam bahasa di kalangan pemelajar BIPA. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini melibatkan pemelajar BIPA tingkat menengah dari berbagai latar budaya. Data dikumpulkan melalui tes lisan, rekaman kelas, wawancara mendalam, dan artefak digital siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada kemampuan adaptasi register dan ekspresi budaya, masing-masing meningkat rata-rata 15 poin. Secara kualitatif, peserta menunjukkan perkembangan dalam penggunaan strategi kesantunan dan pergeseran ragam tutur yang lebih kontekstual. Model ini terbukti membuka ruang pembelajaran yang lebih reflektif, partisipatif, dan relevan secara budaya. Penelitian ini merekomendasikan integrasi materi digital otentik dan praktik interaktif dalam desain kurikulum BIPA masa depan, guna membentuk pembelajar yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga peka secara sosial dan budaya.
Cite
CITATION STYLE
Budiawan, R. Y. S., Mualafina, R. F., Ulfiyani, S., & Mukhlis. (2025). Enhancing Sociolinguistic Competence through a Digital Flipped Classroom: A Case Study in Indonesian as a Second Language Learning. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.21605
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.