Abstract
Islamisasi merupakan tema yang sampai saat ini terus berlangsung. Islamisasi dapat didefinisikan sebagai pengislaman, melalui proses konversi Agama. Masyarakat Islam Cirebon merupakan hasil percampuran antara pribumi (etnis Jawa-Sunda) dengan pendatang (para pedagang-sufi) yang beragama Islam. Walangsungsang berperan aktif dalam pembuka, penyebar peradaban (budaya), pendiri pusat pemerintahan Islam. Keraton Pakungwati sebagai legitimasi pusat pemerintahan Islam di Cirebon. Tulisan ini berusaha mengidentifikasi biografi Walangsungsang (fakta atau mitos) dan memahami bagaimana peran dan pengaruh Walangsungsang dalam Islamisasi Cirebon persepektif naskah Carios Walangsungsang. Penelitian ini dilakukan dengan melalui penelusuran naskah Cariyos Walangsungsang, refrensi baik buku maupun hasil penelitian tentang sejarah Islam di Cirebon, serta menjajakkan beberapa tempat bersejarah di Cirebon seperti Keraton, petilasan (Makam Mbah Kuwu Cirebon Girang) Walangsungsang. Pendekatan Historis guna penelusuran fakta sejarah, kemudian dieksplanasi yang dikemas secara kronologis. Tulisan ini menghasilkan fakta sejarah bahwa peran Walangsungsang sebagai penyebar Islam pertama di Cirebon dari kalangan Kerajaan Hindu-Budha (Padjajaran), membabad tanah Cirebon, dan pendiri Kerajaan Islam Pakungwati. Atas perananya Walangsungsang berpengaruh dan perubahan Agama dan budaya masyarakat Islam Cirebon menjadi lebih berkarakteristik dengan pola penyusunan masyarakat yang beragam serta hierarki sosial yang kompleks. 172
Cite
CITATION STYLE
Zulfah, S. (2018). ISLAMISASI DI CIREBON: PERAN DAN PENGARUH WALANGSUNGSANG PERSEPEKTIF NASKAH CARIOS WALANGSUNGSANG. Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 6(1). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v6i1.3270
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.