Uji Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Pengaruh Pengeringan Simplisia pada Ekstrak Seledri (Apium Graveolens L) Dengan Larutan DPPH

  • Manalu Y
  • Tahril T
  • Aminah S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pengeringan dan jenis pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak seledri menggunakan metode DPPH. Sampel daun seledri dikeringkan dengan tiga metode, yaitu oven 40°C, diangin-anginkan, dan sinar matahari, kemudian diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksana. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dinyatakan berdasarkan nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak positif mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin. Ekstrak etanol menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC₅₀ terendah, terutama pada sampel yang dikeringkan menggunakan oven 40°C. Dengan demikian, metode pengeringan dan jenis pelarut berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan ekstrak seledri.

Cite

CITATION STYLE

APA

Manalu, Y. F., Tahril, T., Aminah, S., & Arwansyah, A. (2026). Uji Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Pengaruh Pengeringan Simplisia pada Ekstrak Seledri (Apium Graveolens L) Dengan Larutan DPPH. Journal of Education Research, 7(2), 647–661. https://doi.org/10.37985/jer.v7i2.3646

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free