JEMAAT AHMADIYAH DAN RESPON MASYARAKAT DI KABUPATEN BUTON

  • Nuruddin S
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri eksistensi jemaat Ahmadiyah di kabupaten Buton serta respon masyarakat terhadap keberadaan jemaat Ahmadiyah. Penelitian ini berfokus pada dua masalah penelitin, yaitu: bagaimana eksistensi dan perkembangan jamaat Ahmadiyah di kabupaten Buton serta bagaimana respon masyarakat terhadap keberadaan jemaat Ahmadiyah di kabupaten Buton. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, analisis data dengan metode deskriptif-analitis. Ahmadiyah di kabupaten Buton telah ada sejak tahun 1983 dibawa oleh dua orang warga Buton yang telah menganut Ahmadiyah aliran Qadian di Jakarta. Hingga saat ini terdata 53 orang jemaat Ahmadiyah di Buton dan tinggal di kelurahan Saragi, kecamatan Pasarwajo. Hubungan antara jemaat Ahmadiyah dan masyarakat sekitar tidak harmonis, masyarakat merespon keberadaan jemaat Ahmadiyah dengan sikap resistensi yang tinggi, bahkan bermuara pada konflik horisontal pada tahun 2006, 2007, 2009, dan 2010. Saat ini, jemaat Ahmadiyah di Buton tidak dapat lagi melakukan aktivitas keagamaan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nuruddin, S. (2016). JEMAAT AHMADIYAH DAN RESPON MASYARAKAT DI KABUPATEN BUTON. Al-Qalam, 20(2), 189. https://doi.org/10.31969/alq.v20i2.195

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free