Introduksi Fungi Pelapuk Putih dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Rumahan Batik Lebak

  • Khastini R
  • Maryani N
  • Fitrayadi D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pelaku industri Batik Lebak belum mengetahui dan memiliki keterampilan mengolah limbah batik sehingga akan berdampak negatif bagi lingkungan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat dengan UMKM Batik yang berlokasi di Kampung Pancur, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak dilakukan upaya untuk peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan limbah cair batik dengan memanfaatkan agen bioremediasi fungi pelapuk putih sehingga tidak merusak lingkungan. Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memiliki koleksi isolat fungi pelapuk  putih yang potensial yang dapat digunakan dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah cair batik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan  evaluasi. Peserta kegiatan di UMKM Batik Lebak sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian dan menunjukkan peningkatan pengetahuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengolah limbah batik dengan memanfaatkan mikroorganisme fungi pelapuk putih.

Cite

CITATION STYLE

APA

Khastini, R. O., Maryani, N., Fitrayadi, D. S., & Baihaqi, A. (2023). Introduksi Fungi Pelapuk Putih dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Rumahan Batik Lebak. I-Com: Indonesian Community Journal, 3(4), 1598–1606. https://doi.org/10.33379/icom.v3i4.3311

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free