Abstract
Pelaku industri Batik Lebak belum mengetahui dan memiliki keterampilan mengolah limbah batik sehingga akan berdampak negatif bagi lingkungan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat dengan UMKM Batik yang berlokasi di Kampung Pancur, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak dilakukan upaya untuk peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan limbah cair batik dengan memanfaatkan agen bioremediasi fungi pelapuk putih sehingga tidak merusak lingkungan. Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memiliki koleksi isolat fungi pelapuk putih yang potensial yang dapat digunakan dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah cair batik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Peserta kegiatan di UMKM Batik Lebak sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian dan menunjukkan peningkatan pengetahuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengolah limbah batik dengan memanfaatkan mikroorganisme fungi pelapuk putih.
Cite
CITATION STYLE
Khastini, R. O., Maryani, N., Fitrayadi, D. S., & Baihaqi, A. (2023). Introduksi Fungi Pelapuk Putih dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Rumahan Batik Lebak. I-Com: Indonesian Community Journal, 3(4), 1598–1606. https://doi.org/10.33379/icom.v3i4.3311
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.