Abstract
Kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik di implementasi terdiri dari merencanakan, mengorganisasikan, memotivasi, membimbing, dan menjaga. Dengan kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dapat mendukung kegiatan membina toleransi antar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dalam membina toleransi antar siswa SMP Negeri 4 Jempang. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tahap pengumpulan data, pengkodean data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa implementasi kompetensi kepemimpinan guru agama Katolik dalam membina toleransi antar siswa mencakup: (1) Tidak ada merencanakan kegiatan pembina toleransi secara khusus, tetapi kegiatan secara langsung seperti upacara bendera dan senam, (2) Mengorganisasikan pada kegiatan membina toleransi pada pembelajaran dari kelas 7, (3) Memotivasikan dengan mengapresiasi menggunakan kalimat yang positif, (4) Membimbing siswa dengan memberi pengertian, mengajak, dan membantu orang lain tanpa memandang perbedaan, (5) Menjaga hubungan yang harmonis antara guru maupun siswa di sekolah. Strategi efektif yang digunakan guru agama Katolik dalam membina toleransi beragama antar adalah keteladanan, menasihati, dan berkolaborasi. Tantangan yang dihadapi guru agama Katolik tidak ditemukan konflik atau kasus terkait toleransi hanya hambatan siswa dalam menyesuaikan lingkungan yang baru dan kemampuan dalam belajar.
Cite
CITATION STYLE
Aldo, S., Dole, D., & Lorensius, L. (2025). Kompetensi Kepemimpinan Guru Agama Katolik dalam Membina Toleransi Antar Siswa. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 22–30. https://doi.org/10.61831/gvjkp.v9i1.260
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.