Mengatasi Kelemahan Internal Menggunakan Mc-Kinsey 7s Untuk Peningkatan Standar Mutu Pendidikan

  • Jollyta D
  • Buaton R
  • Novriyenni N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
71Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mutu sebuah sekolah ditandai dengan berjalannya sistem penjaminan mutu di internal sekolah. Pencanangan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) oleh pemerintah menguatkan kenyataan bahwa penjaminan mutu sekolah sangat diperlukan dalam mencapai Standar Mutu Pendidikan. Terlaksananya penjaminan mutu sekolah merupakan early warning system untuk memperbaiki kesalahan sebelum situasi semakin parah. Kesulitan yang terjadi dalam pencapaian standar adalah kurangnya kesadaran sekolah terhadap kelemahan diri sendiri. Pemicu kelemahan tidak mampu diatasi dan cenderung diabaikan. Studi ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah model penyelesaian kelemahan internal sekolah dengan Mc-Kinsey 7s dalam mencapai mutu melalui gambaran sejumlah indikator yang disusun dalam bentuk angket. Data angket diolah menggunakan SPSS dengan hasil 33,33% dari indikator berada pada ranah Cukup, Kurang dan Sangat Kurang. Kelemahan pada indikator ini diperkuat dengan 7 elemen dari model Mc-Kinsey 7s untuk dihasilkan penyelesaian. Diharapkan penguatan melalui integrasi 7 elemen Mc-Kinsey dapat mengatasi kelemahan internal sekolah dalam menuju SMK PK yang berkualitas dan bermartabat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jollyta, D., Buaton, R., Novriyenni, N., & Fauzi, A. (2021). Mengatasi Kelemahan Internal Menggunakan Mc-Kinsey 7s Untuk Peningkatan Standar Mutu Pendidikan. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 27–37. https://doi.org/10.55506/arch.v1i1.6

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free