Abstract
Perubahan secara fisik pada organ reproduksi wanita usia subur dipengaruhi oleh pematangan hormon seksual. Terjadi peningkatan hormone estrogen dan progesteron menyebabkan perubahan seks sekunder diantaranya perubahan postur tubuh, pembesaran payudara, pertumbuhan rambut kelamin dan aksila serta mulai terjadi menstruasi.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perawatan vulva hygiene pada wanita usia subur dengan kejadian flour albus di Desa Mattirowalie Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Jenis penelitian ini adalah metode observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi adalah semua wanita usia subur yang berada di Desa Mattirowalie Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru sebanyak 1.041 orang. Sampel adalah wanita usia subur yang berada di Desa Mattirowalie Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru sebanyak 91 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 91 orang yang dijadikan sampel, yang mengalami vulva hygiene kurang sebanyak 13 orang (14,3%) dan vulva hygiene baik sebanyak 78 orang (85,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 91 orang yang dijadikan sampel, yang mengalami flour albus tidak normal sebanyak 14 orang (15,4%) dan flour albus normal sebanyak 77 orang (84,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan perawatan vulva hygiene pada wanita usia subur dengan kejadian flour albus di Desa Mattirowalie Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru
Cite
CITATION STYLE
Hasriani, St., Pratiwi, W. R., Asnuddin, A., Syamson, M. M., & Bunyanis, F. (2023). HUBUNGAN PERAWATAN VULVA HYGIENE PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS DI DESA MATTIROWALIE KECAMATAN TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU. SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri), 6(2), 56–61. https://doi.org/10.31102/bidadari.2023.6.2.56-61
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.